Kegiatan mahasiswa yang umumnya dilaksanakan melalui tatap muka di forum offline, saat ini berganti online sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Bojonegoro, terkhusus IAI Sunan Giri Bojonegoro. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) menggelar diskusi secara online, dengan tema Covid-19 Perspektif Pendidikan Islam.

Diskusi dilaksanakan pada hari Kamis (09/04/2020), dimulai pukul 18.30 WIB. Partisipasi yang luar biasa dari mahasiswa berjuluk kampus Aswaja. Sehingga tidak heran, diskusi ini dilaksanakan dalam dua gelombang melalui grub whatsapp yang diikuti sekitar 350 mahasiswa.

Ketua HMP PAI IAI Sunan Giri Bojonegoro, Siti Nur Afifah menyampaikan terima kasih kepada peserta. “Terima kasih atas partisipasinya yang luar biasa dari teman-teman mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro, sering kali kita menebarkan tajuk stay at home dalam bentuk tagar di media sosial. Namun di sisi lain Kita belum paham betul bagaimana pendidikan Islam menyikapi Covid-19 tersebut. Diskusi ini sebagai wadah Kita (mahasiswa) saling bertukar pemikiran dan memahami tentang Covid-19 dalam Perspektif Pendidikan Islam, karena Kita mahasiswa yang bercirikan keislaman harus benar-benar paham tentang hal itu,” paparnya.

Lebih lanjut Ketua Prodi PAI, Dr. H. Ahmad Manshur, M.A menegaskan, “Tema ini sangat pas dengan situasi saat ini, di mana kondisi bangsa sedang gelisah dengan menyebarnya Covid-19. Saya berharap diskusi yang dimotori oleh Himaprodi PAI ini bisa memberi solusi dari dimensi pendidikan agama Islam”.

Selaku narasumber dalam diskusi online, Dr. Hj. Sri Minarti, M.Pd.I., Beliau Direktur Pasca Sarjana IAI Sunan Giri Bojonegoro. Banyak pertanyaan yang diajukan mahasiswa pada narasumber dalam diskusi dikarenakan keingintahuan pada Covid-19 dalam perspektif pendidikan Islam.

Dari semua pertanyaan dan jawaban, dapat diambil kesimpulan bahwa mahasiswa harus berpikir cerdas dan maju, Covid-19 sebaiknya dijadikan ajang untuk memperkuat kualitas diri dalam berbagai dimensi, dan menyebarluas dengan prinsip pendidikan Islam, yakni prinsip integrasi yang mengatur tentang keseimbangan antara jasmani dan rohani, antara material dan spiritual, ilmu agama dan sains. Jadi, solusi atas Covid-19 ini adalah dengan penerapan prinsip integrasi pada pendidikan. [Dela Winda Setiara]