Sambutan Direktur Pascasarjana IAI Sunan Giri Bojonegoro
(Doc. Humas)

Sabtu, 14 Februari 2020

Pelaksanaan General Study (Kuliah umum) metodologi penelitian yang dilaksanakan pada Sabtu (14/02/2020), bertempat di Aula Gedung C, IAI Sunan Giri Bojonegoro menghadirkan narasumber Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si., Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kuliah umum dihadiri oleh rektorat, dosen, dan mahasiswa pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI).

Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Hj. Sri Minarti, M.Pd., selaku Direktur Pascasarjana. Di dalam sambutannya, Beliau menyampaikan harapan agar dosen dan mahasiswa pascasarjana dapat meningkatkan kompetensi diri dalam bidang metodologi penelitian. Metodologi penelitian dapat dijadikan sebagai alat untuk menyelesaikan beragam permasalahan yang dialami sehari-hari, sehingga berdampak pada cara hidup, pola pikir, dan cara pandang seseorang menjadi semakin baik.

Pilihan metodologis yang dapat dipakai dalam penelitian yaitu metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kedua metodologi ini baik, tinggal bagaimana metode yang baik dapat digunakan secara tepat oleh peneliti untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Prof. Mudjia juga menyampaikan bahwa ukuran benar dan salah dalam temuan penelitian ialah proses metodologinya. Bisa jadi dua orang melakukan penelitian dengan judul yang sama tetapi hasilnya berbeda. Hasil yang diperoleh bisa keduanya benar, keduanya salah, atau hanya salah satu yang benar, dilihat dari proses metodologinya. Pada pemrosesan metodologi tidak terlepas dari pengindraan masing-masing orang (peneliti).

Setiap manusia dibekali indra untuk memperoleh pengetahuan oleh Sang Khalik, tetapi tidak semua pengetahuan dapat diungkap, “Yang kita tahu lebih banyak dari pada yang kita ungkap,” paparnya. Pengetahuan yang diungkap hendaknya dikembangkan menjadi tersistematika dan dapat dibuktikan kebenarannya, hingga menjadi ilmu pengetahuan.

Penyerahan Cinderamata Kepada Prof. Mudjia. (Doc. IAI SGB)

Dalam penutupnya Beliau menyampaikan bahwa, “Kalau kita ingin membangun Islam, bangunlah dengan ilmu”. Sebagai seorang dosen dan mahasiswa, dalam lingkup institut keagamaan yang ingin membangun Islam dengan ilmu hendaknya memiliki semangat untuk mengembangkan diri dan mengikuti perkembangan sains dan teknologi. Beliau juga berpesan agar kampus IAI Sunan Giri Bojonegoro, hendaknya memiliki distingsi sehingga tidak hanya menjadi berkembang, tetapi menjadi pemenang dalam kompetisi. [humas]{}