Ramadan merupakan bulan mulia penuh makna dan keberkahan, salah satu keistimewaan bulan Ramadan ialah malam Lailatul Qadar. Sebagai bentuk upaya mensyukuri dan mempersiapkan diri menggapai kesempurnaan bulan Ramadan, UKM Jami’iyah Quro’ wal Huffadz (JQH) IAI Sunan Giri Bojonegoro melaksanakan kajian online .

Kajian bertema Dahsyatnya Malam Lailatul Qadar dengan pemateri, Ibu Hamidatun Nihayah, M.Th.I., selaku pembina UKM JQH. Kegiatan diselenggarakan hari Rabu (13/05/20) ba’da tarawih, dan dilaksanakan secara daring dalam grup WhatsApp.

Ahmad Fauzi selaku Divisi Tarbiyah UKM JQH menuturkan tujuan diadakannya kajian ini sebagai bentuk istiqomah UKM JQH dalam mensyi’arkan Al-Qur’an sekaligus mengajak teman-teman mahasiswa agar lebih semangat dalam meraih pahala di bulan Ramadan dan dahsyatnya Lailatul Qadar. “Biasanya kajian Ramadan sebelumnya dilakukan secara diskusi melingkar dilanjut dengan tahtimul Qur’an. Tetapi, mengingat kondisi saat ini, hanya memungkinkan untuk dilakukan via Daring,” ungkapnya.

Ustazah Niha, begitu sapaan akrabnya, menuturkan bahwa ada beberapa keutamaan Lailatul Qadar. Diantaranya, Lailatul Qadar ialah malam diturunkannya Al-Qur’an, malam penuh keberkahan di mana Malaikat Jibril dan para malaikat-Nya turun ke bumi, dan malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Sehingga pada malam tersebut dianjurkan memperbanyak amalan sunah seperti iktikaf di masjid, menambah porsi dan kualitas ibadah dan memperbanyak doa.

Antusias peserta begitu tinggi, terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Salah satunya dari Firda Rizka, mahasiswa Prodi PAI, yang bertanya kiat-kiat meraih Lailatul Qadar di tengah pandemi. “Nah, mengingat kondisi saat ini, di mana pandemi membatasi aktivitas di luar rumah, bagaimana kiat-kiat yang dapat kita lakukan agar tetap dapat mendapatkan keutamaan 10 hari terakhir Ramadan?” tuturnya.

Di akhir sesi, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan memberi tanggapan terhadap tema dan materi yang disampaikan. Hasil umpan balik kegiatan, akan dijadikan pertimbangan dalam agenda JQH selanjutnya. [Ardin Septa Dela]