Sabtu kemarin (19/09/2020), menjadi salah satu momen yang istimewa. Sebab, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (Himaprodi PAI) merayakan hari lahirnya yang genap berusia empat tahun. Beberapa kegiatan turut memadati agenda tersebut. Mulai dari lompa cipta puisi, khotmil Qur’an, santunan anak yatim, hingga launching buku antologi puisi.

Peringatan Hari Lahir (Harlah) Himaprodi PAI berlangsung di Aula lantai tiga IAI Sunan Giri Bojnegoro, dan dihadiri oleh beberapa undangan terbatas. Mengingat saat ini Pandemi Covid-19 belum usai.

Agenda perdana tersebut juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Ibu Dr. Hj. Sri Minarti, M.Pd.I., dan Kaprodi PAI, Bapak Dr. H. Ahmad Manshur, M.A. Pada kesempatan tersebut, Siti Nur Afifah, selaku Ketua Himaprodi PAI menyampaikan harapannya, semoga Himaprodi PAI bisa semakin solid, mampu mewadahi setiap minat dan bakat mahasiswa, serta bertanggungjawab, sesuai dengan motonya, yaitu “Berfikir, Bergerak, dan Mengukir”.

Berfikir untuk kemajuan mahasiswa PAI, bergerak untuk merealisasikan konsep, kemudian mengukir sejarah. Selain itu, ia juga menambahkan semoga Himaprodi PAI mampu membentuk generasi emas yang tanggap sesuai perkembangan zaman.

Kaprodi PAI yang akrab disapa Pak Manshur juga menyampaikan apresiasinya. “Penghargaan setinggi-tingginya atas prestasi yang telah diraih oleh Himaprodi PAI saat ini. Budaya literasi yang digagas oleh Himaprodi PAI tahun ini merupakan warisan yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Gerakan sosial yang telah dilaksanakan juga perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti, agar dapat memberikan manfaat kepada umat dalam jangkauan lebih luas,” ujar Beliau.

Hal senada disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah. Menurut Beliau, kegiatan ini dapat mewadahi mahasiswa untuk mengasah kemampuannya. Pembiasaan tilawah Qur’an akan menumbuhkan ketenangan jiwa. Lomba menulis melatih berfikir, mengungkapan rasa dalam frasa. Hal tersebut harus dibudayakan dan dilestarikan dalam lingkungan mahasiswa.

Beliau sangat mengapresiasi Himaprodi PAI tahun ini. Sebab, memiliki karakter yang sangat kreatif, inovatif, dan aktif menjalankan kegiatan di tengah kondisi yang sulit seperti saat ini. Di akhir sambutannya, Beliau berpesan untuk menjadikan Harlah Himaprodi PAI keempat ini, sebagai langkah awal demi meningkatkan kapasitas dan kualitas diri sesuai kompetensi yang dimiliki. Sehingga menjadi pendidik agama Islam yang profesional, mumpuni, dan berkarakter Islami.

Acara dilanjutkan dengan launching buku Antologi Puisi “Aku, Tuhan, dan Pendidikan” dan penyerahan hadiah Juara Lomba Cipta Puisi. Juara pertama diraih Rahayu Lestari Putri, juara kedua diraih oleh Irvia Nazilatul Qodriyah, dan juara ketiga Kurnia Fitri Fauziah. Agenda yang berlangsung meriah ini ditutup dengan pembagian sertifikat kepada 10 peserta terbaik Lomba Cipta Puisi “Aku, Tuhan, Dan Pendidikan”, pemberian santunan anak yatim, dan sesi foto bersama dengan seluruh penulis buku Antologi Puisi. [Firda Rizka Rachma Wahdani]

Visits: 124