Pembudidayaan pohon pisang dapat dilakukan di setiap musim. Proses penanaman hingga pemanenan buah pisang mudah dilakukan, sehngga banyak orang yang menanam pohon pisang, baik di halaman maupun di kebun. Pohon pisang selain dimanfaatkan buahnya untuk langsung di konsumsi (pisang segar), buah pisang dapat diolah menjadi kripik, sale, jenang pisang, dan lainnya. Daunnya digunakan untuk membungkus makanan dan alas makan. Jantung pisang diolah sebagai sayuran. Bonggol pisang untuk keripik, sedangkan di bagian batang pohon pisang (gedebok) umumnya jarang dimanfaatkan, selain untuk pakan ternak dan alas tempe.

Gedebok pisang yang kurang dalam pemanfaatannya, oleh mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pemberdayaan masyarakat berbasis riset di Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, diolah menjadi produk unik, menarik, serta ramah lingkungan.

Ahmad Aan Haris, selaku Kordes (Koordinator Desa) Gedung Arum, menyampaikan bahwa potensi alam berupa pohon pisang sangat melimpah namun pemanfaatannya masih terbatas pada pengolahan gedebok menjadi tali yang dijual dengan kisaran harga Rp 3.000,00 sampai Rp. 4.000,00 per kilogramnya.

Didasarkan pada keterbatasan pemanfaatan gedebok pisang dan nilai jual yang masih rendah, maka dilakukan inisiasi pemanfaatan gedebok pisang untuk meningkatkan daya jual melalui kerjasama dengan ahli tata busana. “Kami menggandeng salah satu narasumber yang ahli dalam tata busana untuk mencoba menginisiasi pemanfaatannya untuk dijadikan kerajinan berupa Alat Peraga Edukatif (APE) dan baju untuk fashion show yang unik dan ramah lingkungan,” tambahnya, Minggu (02/02/2020).

Gedebok yang akan diproses menjadi kerajinan, terlebih dahulu dijemur hingga kering, diiris tipis kemudian dijahit. Gedebok yang sudah kering ditambahkan cairan pernis untuk mengantisipasi gedebok berjamur dan mengerut.

Harapan dari Ahmad Farid Utsman selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Gedongarum, inovasi yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa bisa menjadi solusi dan inspirasi untuk mengolah gedebok pisang menjadi barang bernilai ekonomis tinggi, khususnya bagi guru PAUD. Hal ini terkait guru PAUD sebagai subjek dan objek pemberdayaan.

Rencana jangka panjangnya, hasil inovasi dari gedebok pisang dapat diproduksi dalam skala masal dan dipasarkan secara terus menerus oleh guru PAUD. Peluang usaha sangat terbuka untuk penyediaan kostum karnaval. Pemasaran produk dapat dilakukan secara online dan langsung di gerai Bumdes, Desa Gedongarum.

Pengenalan awal produk kepada masyarakat dirangkai dengan penutupan KKN melalui kegiatan “Gedongarum D’debogh Carnival” dengan jumlah 500 peserta, terdiri dari Kelompok Wanita Tani, Karang Taruna, Anak KB/RA/TK, IPNU-IPPNU ranting, dan masyarakat sekitar. [humas]

Sumber:

http://blokbojonegoro.com/2020/02/02/mahasiswa-iai-sunan-giri-sulap-gedebok-jadi-produk-bernilai-ekonomis/?m=1

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *