Jajaran Rektorat IAI Sunan Giri Bojonegoro, LP2M, dan Tamu Undangan (Doc. IAI SGB, 27/2/20)

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diharapkan selalu ada interkoneksi antara lembaga, pemerintah, dan lingkungan masyarakat. Hal itu pula yang dilakukan oleh Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan KKN 2020 dilaksanakan di Kecamatan Kanor selama 1 bulan (6 Januari – 6 Februari 2020), menghasilkan beberapa temuan penelitian melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, seperti ekonomi, dan sosial budaya.

Sebagai follow up, pada hari Kamis (27/02/20), panitia KKN IAI Sunan Giri Bojonegoro menyelenggarakan presentasi hasil KKN pemberdayaan masyarakat berbasis riset. Acara ini turut dihadiri oleh Bapak M. Mahfud selaku camat Kecamatan Kanor, perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata, Dewan Riset Daerah, BAPPEDA, Bankesbangpol dan Linmas, EMCL, PEPC, serta Bojonegoro Institute.

Rektor IAI Sunan Giri Bojonegoro, M. Jauharul Ma’arif menuturkan, bahwasanya kegiatan KKN yang dilaksanakan bukan semata-mata berbaur, belajar, dan melakukan pengabdian masyarakat tetapi juga melakukan penelitian. Dengan harapan, hasil KKN dapat ditindaklanjuti untuk dikembangkan agar bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui forum ini, diharapkan munculnya motivasi penelitian-penelitian selanjutnya untuk bersama membangun Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini penting sebagai langkah untuk menemukan ilmu pengetahuan yang baru atau mengembangkannya dari teori sebelumnya,” sambung Beliau.

Apresiasi baik disampaiakan oleh camat Kecamatan Kanor, Bapak M. Mahfud. Beliau menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan IAI Sunan Giri Bojonegoro. “Kami berterima kasih kepada peserta KKN yang memberikan sumbangsih kepada kami, yang telah membantu pemetaan potensi desa. Sehingga, Kami tahu aset apa saja yang dimiliki masing-masing desa,” tuturnya.

Selain itu, respon positif juga disampaikan oleh jajaran pemerintahan Kabupaten Bojonegoro. Melalui saran, masukkan, serta langkah tindak lanjut untuk forum selanjutnya dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam mengawal proses produksi dan pemasaran beberapa produk hasil penelitian dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ada 5 kelompok (desa) KKN yang ditunjuk mewakili presentasi hasil penelitian. Adapun reviewer-nya yaitu Wakil Rektor III, H. Yogi Prana Izza, Lc., MA., serta perwakilan dari Bojonegoro Institute, AW Syaiful. Kelima desa tersebut ialah Desa Bungur yang memaparkan hasil Pengembangan Bunga Bugenvil Menjadi Minuman Herbal.

Desa Temu dengan Memberdayaan Kelompok Pengrajin Anyaman Bambu. Desa Kabalan, Pengembangan Wisata Edukasi dan Rekreasi Kampung Nelayan. Desa Gedungarum, Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dengan Olahan Kerupuk Lele dan Jali-jali kepala lele, Desa Samberan dengan Pemberdayaan Pemuda Melalui Digitalisasi Marketing.

Salah satu mahasiswa presenter dari kelompok Desa Temu, Rika Roykhatul Azizah, memaparkan adanya perubahan yang signifikan setelah adanya pemberdayaan masyarakat. Kelompok pengrajin anyaman bambu yang awalnya 20 ribu/anyaman, meningkat menjadi 35 ribu/anyaman. “Selain itu, setelah adanya kegiatan ini, BUMDes juga bersedia mendanai kegiatan pemberdayaan pengrajin anyaman di desa tersebut,” tambahnya.

Selanjutnya, Bapak AW mengharapkan agar terus ditingkatkannya sinergi antara IAI Sunan Giri Bojonegoro, pemerintah daerah, dinas terkait, CSR, dan masyarakat untuk mendukung optimalisasi KKN dan pembangunan Bojonegoro. [Ardin/Kusna]