Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) IAI Sunan Giri Bojonegoro adakan kegiatan untuk memperingati Hari Buruh secara online. Kegiatan tersebut bertajuk Ngabuburit Produktif dengan tema “Nasib Buruh di Tengah Pandemi Covid-19” yang dilaksanakan pada hari Jumat (01/05/2020) pukul 4 sore.

Partisipasi yang luar biasa, peserta yang bergabung dalam Ngabuburit Produktif lebih dari 200 orang. Peserta bukan hanya dari provinsi Jawa Timur melainkan juga dari luar pulau Jawa.

Ketua HMP PAI IAI Sunan Giri Bojonegoro, Siti Nur Afifah dalam pembukaannya menyampaikan terima kasih pada peserta dan gambaran kondisi saat ini, “Terima kasih atas partisipasinya, mengingat tanggal 1 Mei adalah hari buruh dan tahun ini, memiliki suasana yg berbeda dari tahun sebelumnya.  Saat ini, dunia diselimuti kekhawatiran akan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19”.

“Di Indonesia, kebijakan physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat banyak orang terkurangi penghasilannya. Jumlah pengangguran melonjak karena adanya jumlah pekerja yang terkena PHK maupun dirumahkan. Karena itulah Kami mengajak mahasiswa dan pekerja untuk berbagi kisah dan saling tukar pemikiran untuk mengatasi kesedihan buruh pada saat ini,” lanjutnya.

“Semoga Himaprodi PAI tetap mampu tanggap dan sigap atas permasalahan yang terjadi di sekitar, agar bermanfaat untuk mahasiswa maupun orang lain yang terimbas Pandemi Covid-19” ujar Kaprodi PAI Dr. H. Ahmad Manshur, dalam mendukung kegiatan ini.

Narasumber dalam diskusi online, Muhammad Andreaa. Beliau mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro sekaligus founder Sabdaliterasi.co. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

Andre menyampaikan, “Buruh di tengah pandemi Covid-19 ini mengalami imbas yang luar biasa yaitu mereka di PHK ataupun diberhentikan sementara dari pekerjaannya. Hal itu dikeranakan perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja karena tidak sesuai dengan pendapatan pada umumnya”.

“Dalam hal ini, yang paling berbahaya adalah masyarakat miskin kota, karena kebanyakan sumber pendapatan mereka dari hasil kerjanya di salah satu perusahaan dan pabrik, itulah yang perlu dibantu sesuai dengan kemampuan kita. Sedangkan konsep kehidupan di desa, mereka mampu mengambil hasil dari pertanian sehingga untuk makanpun cukup,” ujar narasumber melalui voice note Whatsapp. [Dela Winda Setiara]