Menjelang tahun akademik baru, IAI Sunan Giri Bojonegoro mulai dipadati oleh Calon Mahasiswa Baru (Camaba). Setelah melakukan pendaftaran, Camaba menyiapkan beberapa berkas guna verifikasi data, agar dapat terdaftar sebagai mahasiswa yang sah di Kampus Aswaja tersebut.

Pada Senin (10/08/20) peserta mulai berdatangan untuk mengikuti proses pemberkasan Camaba Periode 1. Ada 160 yang terdata, 110 peserta berhasil melakukan verifikasi berkas. Sedangkan sisanya akan mengikuti pemberkasan pada gelombang berikutnya.

Pemberkasan Camaba di IAI Sunan Giri Bojonegoro tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena adanya pandemi Covid-19, sehingga proses pemberkasan harus dilaksanakan dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, untuk mencegah adanya kerumunan, maka pemberkasan gelombang 1 dilaksanakan selama empat hari (10-13 Agustus 2020) dan dibagi menjadi beberapa sesi. Pada setiap sesi, terdapat kurang lebih 20 Camaba. Pemberkasan yang dimulai pukul 09.00 WIB, meliputi alur berikut: (1) Peserta pemberkasan datang dengan membawa kelengkapan berkas; (2) Menyerahkan berkas kepada panitia PMB; (3)Dilakukan pengecekan dan verifikasi data; (4) Pengukuran jas almamater; (5) Sesi foto KTM (Kartu Tanda Mahasiswa); (6) Terakhir, pengambilan KTM.

Miftahul Mufid, M.Pd.I., selaku Ketua Koordinator Kesekretariatan Penerimaan Mahasiswa Baru 2020/2021 menyatakan bahwa proses pemberkasan Camaba kali ini bukan sekadar pengumpulan berkas dan verifikasi data. Namun, di sini Camaba akan langsung mendapatkan KTM. Sebab, KTM sangat dibutuhkan dan memiliki beragam fungsi, salah satunya adalah pengajuan beasiswa.

KTM Camaba tahun ini memiliki fungsi ganda, sebagai kartu anggota perpustakan IAI Sunan Giri Bojonegoro. Secara keseluruhan, pemberkasan Camaba tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Meskipun terdapat beberapa kendala yang menghambat proses verifikasi data. Diantaranya, ada Camaba yang menyatakan bahwa sudah memiliki ijazah tamat SLTA sederajat. Tapi pada kenyataannya belum bisa mengumpulkan foto kopi ijazah legalisir basah. [Firda Rizka R. W]