Pagi tadi (13/10/2020) IAI Sunan Giri Bojonegoro menggelar pembukaan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) 2020. Acara disambung dengan Stadium General yang dihadiri oleh tokoh-tokoh ternama.

Di antaranya, Ketua BP3T-NU Kabupaten Bojonegoro Drs. H. Saifuddin Idris, M.Pd.I., Bupati Kabupaten Bojonegoro Dr. Hj. Anna Muawanah, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus. M.Sc., dan Direktur Wahid Foundation, Yenni Wahid.

Acara yang dilaksanakan secara virtual ini dimulai pukul 09.00 WIB melalui aplikasi Zoom Meeting dan live streaming di akun YouTube IAI Sunan Giri Bojonegoro. Acara yang dipandu oleh Giati Anisah, M.Pd. dan Zumrotul Fauziah, M.Pd. tersebut berlangsung dengan meriah dan khidmat. Rangkaian acara tersebut diawali dengan sambutan oleh Rektor IAI Sunan Giri Bojonegoro M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., sekaligus prosesi pembukaan PBAK secara simbolis dengan memukul gong.

Dilanjutkan dengan special quotes oleh Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah. Bupati Anna Muawanah mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya PBAK 2020 di IAI Sunan Giri Bojonegoro. “Semoga IAI Sunan Giri Bojonegoro dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni untuk menyongsong datangnya Revolusi Industri 4.0,” Beliau menambahkan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus. M.Sc.. Beliau megungkapkan bahwa pandemi Covid-19 seharusnya menjadi semangat tersendiri untuk melakukan terobosan dalam dunia digital, karena saat ini kehidupan didominasi oleh dunia maya.

Hal tersebut menjadi salah satu peluang bagi generasi Nahdliyin untuk meningkatkan eksistensinya dengan menyebarkan nilai-nilai kebaikan. “Semoga IAI Sunan Giri Bojonegoro dapat menciptakan alumnus yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan dunia secara global,” pungkas Beliau.

Selanjutnya disambung dengan Stadium General yang mengusung tema “Generasi NU: superior Berkarya dan Berbudaya” oleh Direktur Wahid Foundation, Yenni Wahid. Narasumber yang akrab disapa Mbak Yenni tersebut memberikan pemaparan materi tentang tantangan-tantangan yang harus siap dihadapi oleh generasi NU pada masa mendatang. Sebab di dunia ini kita akan selalu dihadapkan dengan berbagai distrupsi yang dapat menimbulkan perubahan-perubahan.

Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan bekal sejak dini untuk membangun Indonesia Emas 2045. Salah satunya adalah dengan cara memperbanyak wawasan dan pengetahuan, serta upgrading skill. Beliau juga berharap, mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro dapat menjadi insan yang kreatif dan kompetitif untuk menyambut Era Revolusi Industri 5.0. Acara tersebut berlangsung dengan sukses, terbukti dengan banyakanya media yang meliput acara tersebut. [Firda Rizka Rachma Wahdani]

Berita terkait:

Bupati Bojonegoro dukung Mahasiswa untuk Tingkatkan Pengetahuan di Bidang IT
Yenni Wahid dan Emil Dardak jadi Pemateri di PBAK IAI Sunan Giri
Hadir Secara Virtual, Bupati Bojonegoro Ajak Mahasiswa Melek IT

Visits: 3692