Penyerahan Cendera Mata oleh Dekan Fakultas Adab. (Doc. PMB_01/03/20)

Bentuk komitmen dan konsistensi dalam bidang kebahasaan, khususnya bahasa Arab, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (Prodi BSA) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro menyelenggarakan HALWA (Halaqatut Ta’lim wal Musabaqatul Arabiyah), pada hari Minggu (01/03). Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang telah dilakukan setiap tahun sejak berdirinya Fakultas Adab di kampus aswaja.

Rangkaian acara dimulai dari Olimpiade Bahasa Arab yang diikuti oleh puluhan peserta dari SMA/sederajat se-Keresidenan Bojonegoro. Dilanjutkan seminar kepenulisan dengan tema Penulisan Artikel Populer yang menghadirkan narasumber keren, Moddie Alvianto Wicaksono, penulis buku Merasa Beruntung Menjadi Minoritas sekaligus dosen kepenulisan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Pesera Olimpiade Bahasa Arab. (Doc. PANITIA_01/03/20)

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kaprodi BSA Nurul Musyafa’ah. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan acara ini, juga para peserta olimpiade yang sangat antusias untuk mengikuti kompetisi. “Acara ini merupakan agenda tahunan Prodi BSA sebagai langkah mensyiarkan bahasa Arab di sekitar wilayah Bojonegoro, karena kita tahu bahwa bahasa Arab merupakan salah satu bahasa internasional bahkan multinasional,” lanjutnya.

Apresiasi luar biasa dari rektor IAI Sunan Giri Bojonegoro, M. Jauharul Ma’arif, yang dalam sambutannya menuturkan bahwa seminar kepenulisan merupakan hal yang sangat penting mengingat dimana maharatul kitabah atau kemampuan penulis ini sangat diperlukan di samping kemampuan membaca. “Harapan saya, melalui kegiatan-kegiatan seperti ini akan muncul para penulis dari umat Islam, khususnya pemuda Islam. Menulis ini merupakan amal jariyah yang dapat dibaca generasi selanjutnya dan dapat dijadikan sebagai cara melestarikan ilmu pengetahuan,” sambungnya.

Moddie Alvianto memaparkan materi mengenai alasan mengapa kita harus menulis, tips-tips tulisan yang sangat diminati pembaca dan redaksi, serta mengeksplor tulisan. Selama kegiatan, hujan turun deras, tetapi tidak menyurutkan antusias peserta untuk hadir. Terlihat peserta seminar begitu antusias saat menyimak pembahasan dan melontarkan pertanyaan seputar karya tulis yang baik untuk konsumsi publik, tata cara dan kaidah penulisan yang baik dan benar serta cara mengatasi writer’s block (kebuntuan ide).

“Sebenarnya acara seperti ini sangat ditunggu, karena saya sendiri juga sering menulis di blog pribadi dan sering menemui kendala writer’s block. Harapannya ketika sering mengikuti acara seperti ini bisa lebih baik tulisannya dan bisa dilirik oleh redaksi,” ujar Alfa Kamila, peserta seminar dari BSA semester 8. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata pada narasumber sekaligus penyerahan hadiah pemenang Olimpiade Bahasa Arab. [Ardin/Kusna]