Pandemi Covid-19 masih enggan pergi dari kehidupan kita yang mengharuskan lebih banyak bekerja dan belajar dari rumah, serta beribadah di rumah. Saat ini, kita memasuki masa transisi yang dikenal dengan istilah New Normal (Kenormalan Baru). Hal tersebut menjadi indikasi bahwa sektor perekonomian dan kehidupan lainnya yang sempat terhenti, bisa berjalan kembali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Oleh karena itu, untuk beradaptasi dengan era normal baru, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran dan Penelitian Griya Cendekia IAI Sunan Giri Bojonegoro mengadakan Webinar dengan mengusung tema “New Normal on Campus” pada Sabtu (20/06/20) kemarin. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB melalui aplikasi Zoom Meeting dengan narasumber Dekan Fakultas Tarbiyah, Ibu Dr. Hj. Sri Minarti, M.Pd.I.

Bapak Dr. Hamam Burhanuddin, M.Pd.I., selaku pembina UKM Penalaran dan Penulisan Griya Cendekia IAI Sunan Giri Bojonegoro, memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Menurut Beliau, kegiatan diskusi seperti ini harus dibudayakan dan masif di kalangan mahasiswa, meskipun saat ini masih dalam lingkaran pandemi Covid-19.

Dilanjutkan pemaparan materi yang dipandu oleh penulis buku “Biru”, sekaligus ketua UKM Penalaran dan Penulisan IAI Sunan Giri Bojonegoro, Rahayu Lestari Putri (PAI). Bu Min, sapaan akrab narasumber, menyampaikan bahwa setiap orang harus siap new normal, “Siap atau tidak siap, kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi era kenormalan baru. Hal tersebut harus dilakukan oleh berbagai pihak, seperti tenaga kependidikan, dosen, bahkan mahasiswa”.

“Selain itu, new normal juga memiliki tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi. Tantangan tersebut meliputi terhambatnya proses perkuliahan, dosen yang belum siap pembelajaran Daring, dituntut untuk melek teknologi dan menjadi kreator konten edukasi yang kreatif, serta penundaan pembayaran biaya kuliah oleh mahasiswa,” imbuh Beliau.

Guna kesiapan kampus, hendaknya pihak kampus menganalisis kondisi kampus, menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut kelas, membudayakan hidup bersih di lingkungan kampus, serta memberikan tanda di setiap tempat agar kita berjaga jarak. Mahasiswa diajak untuk melatih kedisiplinan dan kesadaran diri untuk rajin mencuci tangan, mengenakan masker, membuang sampah di tempat sampah, dan lainnya.

Dari sisi dosen, dosen harus mampu mengemas perkuliahan dengan model perkuliahan online yang menarik, agar perkuliahan dapat berjalan dengan menyenangkan dan membangkitkan semangat mahasiswa. Pada tahun akademik baru, proses perkuliahan 40% offline, dan 60% online. Misalnya, pelaksanaan PPL secara offline namun dengan cara yang berbeda, yaitu mahasiswa harus lebih banyak membuat video pembelajaran, dan meminimalisir metode ceramah.

Kedepannya, mahasiswa akan mendapatkan pengarahan dan pembekalan lebih lanjut. Sesi tanya jawab berjalan seru hingga pukul 11.30 WIB. Webinar ditutup dengan sesi foto bersama narasumber dan seluruh peserta. (Firda Rizka R. W.)

Download Materi Webinar 

Visits: 2509