Melihat situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini (Luring dibatasi), Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syari’ah IAI Sunan Giri Bojonegoro gelar Webinar: Satu Langkah Lebih Dekat dengan Prodi HES. Hal ini diselenggarakan untuk memudahkan mahasiswa, terutama Calon Mahasiswa Baru (Camaba) agar menambah informasi, serta memiliki wawasan luas seputar Prodi HES. Meski Daring, setidaknya Camaba lebih termotivasi. Apalagi menghadirkan para Alumni sekaligus mahasiswa HES yang memiliki banyak prestasi. Baik secara akademik, maupun non-akademik. Webinar ini semakin menarik untuk disimak bersama.

Berlangsung (Sabtu, 29/8/20) pada aplikasi Zoom, webinar ini berjalan sangat menarik. Andri Prasetyo Mihardana, selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro mengucapkan selamat datang kepada Camaba. Selain itu, ia juga memperkenalkan keempat narasumber webinar. Yakni, Nana Alzaina, S.H. (Alumni HES 2019, Lulusan Terbaik 2019, Peraih Beasiswa S2 HES sekaligus Founder Alza Hijab). Selanjutnya, Inas Durrotun N, S.H. (Alumni HES 2017, Mahasiswa Terbaik 2017, Peraih IPK Tertinggi dan Pengusaha Muda). Kemudian, Lutifiatul Kamalia, S.H. (Mahasiswa HES Semester 8, Peraih Beasiswa BRI dan Sudah diterima kerja di BMT. Dan yang terakhir, Iskatul Layli, S.H. (Mahasiswa semester 8, Sudah diterima kerja di BMT).

Adapun penyampaian materi setiap narasumber berbeda. Nana Alzaina, sebagai alumni HES, menjelaskan terkait beasiswa yang tersedia di IAI Sunan Giri Bojonegoro. Ia juga berbagi pengalamannya ketika mendapat beasiswa bidikmisi hingga sarjana. Selain itu, Inas Durrotun pun tidak kalah menarik, membagikan pengalamannya selama menjadi mahasiswa. Nyatanya, kuliah sambil kerja memang tidak sulit. Asal bisa mengatur waktu dengan baik.

Webinar dilanjut oleh Lutfiatul Kamalia. Ia menjelaskan terkait tenaga pengajar yang ada di Prodi HES. Kemudian terkait mata kuliah dan sebagainya. Dilanjutkan oleh Iskatul Layli yang memotivasi peserta Webinar agar Camaba nantinya bisa aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus. Jadi, Camaba hendaknya tidak hanya sekadar menjadi mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang) namun juga mencari berbagai pengalaman melalui organisasi.

Iskatul menambahkan, “Hukum Ekonomi Syariah prospek kerjanya lebih luas. Selain itu, yang dipelajari tidak hanya berfokus pada hukum, melainkan juga ekonomi dan juga keislaman. Jadi lebih komplit. Agenda ini diberikan dukungan penuh dari Kaprodi dan juga Dekan Syari’ah.”

“Setelah revisi skripsi, alhamdulillah langsung diterima di salah satu BMT yang ada di kota Bojonegoro. Senang, sebelum lulus bisa bekerja. Era kini, bekerja tidak hanya bisa mengandalkan IPK saja, namun soft skill yang harus kita latih, aktif di organisasi contohnya. Karena di sana kita akan mendapat banyak pengalaman. Jadi selain menjadi mahasiswa akademik, pun aktivis.” Jelas perempuan yang juga aktivis organisasi tersebut.

Dimulai pukul 14.00 dan selesai pukul 16.00 WIB, webinar tersebut berjalan dengan gayeng. Ada sekitar 60 peserta yang ikut berpastisipasi. Baik dari kalangan Camaba (khususnya Prodi HES) maupun Umum.

Selain itu, Siti Khoirul Azifah selaku Ketua HMP HES periode 2019-2020 juga turut menjadi keynote speaker dalam Webinar tersebut. Ia merasa senang, karena HMP HES lebih aktif dan tentunya memberikan banyak manfaat dengan memberi wadah mahasiswa untuk terus belajar, meski via Daring. [Rahayu Lestari Putri]

Visits: 1940